Jembatan Penghubung Sidoarjo Mojokerto di Tarik Rusak dan Minim Pengaman

TARIK Kondisi jembatan penghubung antara Desa Tarik Kabupaten Sidoarjo dan Desa Kwatu Kabupaten Mojokerto disebut memprihatinkan dan dinilai berisiko bagi pengguna jalan, Sabtu 2 Mei 2026. Jembatan lintas kabupaten tersebut mengalami kerusakan pada bagian pagar pengaman dan memiliki lebar terbatas, sementara posisi badan jembatan juga lebih rendah dibanding jalan di sekitarnya.

Warga sekitar bahkan sempat memasang tali rafia sebagai penanda di area jembatan yang rusak untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama saat kendaraan berpapasan. “Kalau tidak ada rambu, dikhawatirkan pengendara motor atau mobil jatuh ke air. Apalagi kalau berpapasan mobil, dikira jembatannya lebar padahal tidak muat,” ujar Efendi, warga setempat.

Kondisi tersebut ditinjau langsung Bupati Sidoarjo Subandi usai melakukan kunjungan sosial di Kecamatan Tarik. Dalam peninjauan itu, pemerintah daerah menyebut pembangunan jembatan sempat tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran. “Harusnya tahun kemarin jembatan ini dibangun. Tapi karena ada efisiensi, akhirnya pembangunan ditunda,” kata Subandi saat meninjau lokasi jembatan di Kecamatan Tarik, Sabtu 2 Mei 2026.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyatakan pembangunan kembali jembatan direncanakan masuk pada tahun 2027 mengingat jalur tersebut menjadi akses penting penghubung antarwilayah Sidoarjo dan Mojokerto. Selain pembangunan ulang, pemerintah daerah juga menyoroti perlunya normalisasi di sekitar area jembatan untuk mendukung kelancaran fungsi infrastruktur dan keselamatan pengguna jalan.