BI Luncurkan GPIPS di Sidoarjo untuk Perkuat Pengendalian Inflasi Pangan

SIDOARJO – Bank Indonesia (BI) meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Jawa di Gudang Perum Bulog Sidoarjo, Rabu 13 Mei 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari penguatan strategi pengendalian inflasi nasional, khususnya pada sektor pangan yang dinilai berpengaruh besar terhadap stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan penguatan program dilakukan melalui sinergi bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP).

“Inflasi pangan harus diperkuat melalui ketersediaan pasokan sehingga pengendalian inflasi bisa berjalan lebih efektif,” ujarnya saat peluncuran GPIPS Wilayah Jawa di Sidoarjo.

Menurutnya, transformasi dari Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan (GPIP) menjadi GPIPS dilakukan untuk memperluas fokus program tidak hanya pada stabilitas harga, tetapi juga kesejahteraan pangan masyarakat.

Dalam implementasinya, GPIPS mengedepankan strategi penguatan empat aspek utama atau 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Peluncuran GPIPS Wilayah Jawa turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Aida menjelaskan Jawa Timur dipilih sebagai lokasi peluncuran karena memiliki posisi strategis sebagai lumbung pangan nasional sekaligus pusat distribusi logistik kawasan timur Indonesia.

Jawa Timur tercatat menyumbang sekitar 17,34 persen produksi padi nasional atau mencapai 10,57 juta ton per tahun.

Selain penguatan produksi pangan, GPIPS juga mendorong kerja sama antardaerah, penguatan distribusi logistik, hingga pelibatan UMKM dan kelompok tani dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.

Program tersebut difokuskan pada pengendalian tiga komoditas utama yakni beras, cabai, dan bawang merah yang selama ini dinilai paling berpengaruh terhadap inflasi pangan nasional.

Pemerintah berharap penguatan distribusi dan produktivitas pangan melalui GPIPS dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.