2.121 UMKM Sidoarjo Naik Kelas, Capai 53 Persen Target

SIDOARJO – Sebanyak 2.121 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo berhasil naik kelas hingga Juli 2026. Capaian tersebut telah mencapai sekitar 53 persen dari target 4.000 UMKM naik kelas yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sepanjang tahun ini. Untuk menjaga capaian tersebut, pemerintah terus memperkuat layanan pendampingan, legalitas usaha, hingga pemasaran produk bagi pelaku UMKM.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, jumlah UMKM di Kabupaten Sidoarjo saat ini mencapai 153.288 unit usaha. Sementara selama periode 2021–2025, tercatat 21.275 UMKM telah berhasil meningkatkan kapasitas usahanya melalui program pembinaan pemerintah daerah.

Untuk memastikan program berjalan sesuai target, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana meninjau pelayanan di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo, Selasa (7/7/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Mimik mengecek berbagai layanan yang diterima pelaku usaha, mulai dari pengurusan perizinan, pendampingan usaha, hingga pemasaran produk melalui Galeri UMKM.

“Kami ingin memastikan para pelaku UMKM di Sidoarjo mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan tepat. Mulai dari pengurusan perizinan, pendampingan usaha, hingga pemasaran produk harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Salah satu fasilitas yang dikunjungi adalah Galeri UMKM, yang menjadi etalase berbagai produk unggulan dari 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Produk yang dipasarkan meliputi batik, bordir, sepatu, tas, hingga makanan dan camilan khas daerah.

Galeri tersebut hanya menerima produk hasil produksi pelaku UMKM sendiri, bukan reseller. Setiap produk juga wajib memenuhi persyaratan legalitas, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikat halal, serta ketentuan lain sesuai jenis produknya.

Selain galeri, pemerintah juga mengembangkan Klinik UMKM sebagai pusat konsultasi bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan kapasitas bisnisnya. Di tempat tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan pengurusan legalitas, sertifikasi halal, hingga berbagai kebutuhan administrasi usaha.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Amat Adi Subhan, mengatakan peningkatan kapasitas UMKM tidak hanya dilakukan melalui legalitas usaha, tetapi juga pelatihan dan perluasan akses pasar.

“Kami juga menyediakan berbagai pelatihan gratis bagi masyarakat yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha,” katanya.

Menurutnya, pelatihan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk platform e-commerce dan sektor swasta, agar pelaku UMKM mampu mengikuti perkembangan pasar digital sekaligus meningkatkan daya saing produknya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap penguatan layanan, pendampingan usaha, serta peningkatan akses pemasaran mampu mempercepat pencapaian target 4.000 UMKM naik kelas pada 2026. Dengan semakin banyak UMKM yang berkembang, kontribusi sektor usaha mikro terhadap pertumbuhan ekonomi daerah juga diharapkan terus meningkat.