308.789 KK Sidoarjo Capai ODF, Kini Kejar STBM Paripurna

SIDOARJO – Sebanyak 308.789 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Sidoarjo telah diverifikasi dan seluruhnya atau 100 persen berstatus Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan. Capaian yang dipaparkan dalam verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kantor Setda Sidoarjo, Selasa (21/7/2026), menjadi modal bagi pemerintah untuk mengejar status STBM Paripurna melalui pemenuhan lima pilar sanitasi.

Verifikasi dilakukan oleh Tim STBM Provinsi Jawa Timur di enam kecamatan dan 12 desa atau kelurahan yang menjadi sampel, yakni Buduran, Waru, Sedati, Tanggulangin, Porong, dan Prambon. Penilaian dilakukan untuk memastikan penerapan sanitasi tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Selain keberhasilan mencapai status ODF, sejumlah indikator sanitasi di Sidoarjo juga menunjukkan perkembangan. Sebanyak 99,78 persen rumah tangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, sedangkan 95,43 persen telah menerapkan pengelolaan sampah rumah tangga.

Namun, pengelolaan air limbah rumah tangga masih menjadi tantangan. Berdasarkan hasil verifikasi, baru 73,6 persen rumah tangga yang memenuhi indikator tersebut sehingga masih diperlukan upaya untuk mencapai target 100 persen pada seluruh pilar STBM.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan capaian sanitasi yang diraih merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Dari total 604.048 kepala keluarga di Sidoarjo, sebanyak 308.789 KK telah disurvei dan hasilnya 100 persen berstatus ODF. Ini menjadi modal penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Fenny, keberhasilan memenuhi seluruh indikator sanitasi tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, media, hingga masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.

Tim Verifikator STBM Provinsi Jawa Timur juga mencatat rekam jejak positif Kabupaten Sidoarjo dalam program sanitasi. Setelah meraih status ODF pada 2024, Sidoarjo berhasil memperoleh Juara I STBM Award Tingkat Pratama Nasional pada 2024 dan Juara I STBM Award Tingkat Madya Nasional pada 2025. Pada 2026, pemerintah provinsi mendorong seluruh daerah memenuhi lima pilar STBM secara menyeluruh.

Verifikasi lapangan dilakukan dengan mengunjungi permukiman warga di lokasi sampel untuk melihat secara langsung praktik sanitasi masyarakat. Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar penilaian kesiapan Kabupaten Sidoarjo menuju STBM Paripurna.

Keberhasilan memenuhi seluruh pilar STBM diharapkan tidak hanya meningkatkan capaian daerah dalam penilaian nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesehatan masyarakat melalui berkurangnya risiko penyakit berbasis lingkungan dan meningkatnya kualitas hidup warga.