600 Bibit Pohon Dibagikan untuk Perkuat Budaya Menanam

SIDOARJO – Sebanyak 600 bibit pohon ditanam dan dibagikan kepada masyarakat dalam gerakan penghijauan yang digelar di Parkir Timur GOR Sidoarjo, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong budaya menanam pohon sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

Bibit pohon tidak hanya ditanam di sejumlah titik lokasi kegiatan, tetapi juga dibagikan kepada peserta untuk ditanam di lingkungan rumah masing-masing. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas gerakan penghijauan hingga ke lingkungan permukiman warga.

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengatakan menanam pohon merupakan langkah sederhana yang memiliki manfaat jangka panjang bagi lingkungan. Menurutnya, setiap pohon yang ditanam hari ini akan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

“Pohon yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat bagi anak cucu kita kelak. Karena itu, menjaga kelestarian alam harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, gerakan penghijauan yang melibatkan masyarakat sejalan dengan Program Sidoarjo ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang terus dijalankan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Dalam program tersebut, aparatur sipil negara (ASN) juga didorong ikut berpartisipasi melalui penanaman ribuan pohon pucuk merah di berbagai titik kota, taman, serta sempadan jalan yang membutuhkan penghijauan.

Menurut Mimik, upaya memperbanyak ruang hijau tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan perkotaan, tetapi juga membantu menjaga kualitas udara serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Srikandi DPD Partai Demokrat Jawa Timur Arumi Bachsin mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional “Membumikan Langit Biru” yang bertujuan mengendalikan pencemaran udara melalui aksi nyata penanaman pohon.

“Sebanyak 600 bibit pohon kami siapkan untuk ditanam di beberapa lokasi dan dibagikan kepada masyarakat agar dapat ditanam di lingkungan rumah masing-masing sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” katanya.

Arumi berharap gerakan menanam pohon tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang terus dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui keterlibatan masyarakat, gerakan penghijauan diharapkan mampu meningkatkan tutupan vegetasi di kawasan permukiman sekaligus memperkuat kesadaran kolektif bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan semakin banyak pohon yang ditanam, kualitas lingkungan di Kabupaten Sidoarjo diharapkan terus membaik dan memberi manfaat bagi generasi yang akan datang.