Pemkab Sidoarjo Target Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Rampung Akhir 2026

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai melakukan sosialisasi rencana pengadaan tanah untuk pembangunan Flyover Gedangan kepada warga terdampak, Senin malam 18 Mei 2026.

Sosialisasi yang digelar di Kantor Kecamatan Gedangan tersebut dihadiri ratusan pemilik lahan yang masuk dalam area proyek pembangunan flyover.

Pemkab Sidoarjo menargetkan proses pembebasan lahan selesai pada akhir 2026 agar pembangunan fisik flyover dapat dimulai pada 2027.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan pembangunan Flyover Gedangan menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah untuk mengatasi kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan perempatan Gedangan.

“Program ini untuk kepentingan masyarakat luas dan menjadi bagian dari visi misi pembangunan daerah,” ujarnya di hadapan warga.

Dalam sosialisasi itu, Subandi memastikan masyarakat tidak akan dirugikan dalam proses pembebasan lahan.

Menurutnya, seluruh aset seperti tanah, bangunan, maupun tanaman akan mendapatkan ganti rugi sesuai hasil appraisal independen dengan nilai tertinggi.

“Kami pastikan masyarakat tidak dirugikan, justru diuntungkan. Semua akan diganti sesuai appraisal tertinggi tanpa makelar,” katanya.

Selama proses sosialisasi berlangsung, warga terlihat aktif mengajukan pertanyaan terkait mekanisme pembebasan lahan, dokumen kepemilikan, penyelesaian hak waris, hingga ketentuan pajak dan BPHTB.

Pemkab juga memastikan pemilik lahan tidak akan dibebani pajak maupun BPHTB dalam proses pengadaan tanah proyek tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo M. Makhmud menjelaskan trase proyek flyover nantinya akan digeser ke sisi timur berdasarkan hasil kajian teknis Detail Engineering Design (DED).

Menurutnya, sisi timur dinilai lebih ideal dari sisi daya dukung tanah, efisiensi anggaran, hingga dampak sosial terhadap masyarakat.

“Bidang terdampak lebih sedikit dan lebih banyak lahan milik negara seperti Polsek, Puskesmas, PDAM, dan PT KAI,” ujarnya.

Total luas lahan yang terdampak pembangunan flyover mencapai sekitar 45.822 meter persegi dengan jumlah sekitar 89 kepala keluarga terdampak.

Pemerintah daerah berharap dukungan masyarakat dan koordinasi lintas instansi dapat mempercepat realisasi pembangunan Flyover Gedangan sebagai solusi jangka panjang mengurai kemacetan di kawasan tersebut.